NYAMUK
I. TANGGAL PRAKTIKUM : 30
MEI 2009
JUDUL PRAKTIKUM
: NYAMUK
II. TINJAUAN PUSTAKA
Nyamuk termasuk kelas insecta,
ordo diptera dan Famili Culicidae.Serangga
ini selain menggangu manusia dan binatang melalui gigitannya, juga dapat
berperan sebagai vector penyakit pada manusia dan binatang yang penyebabnya
terdiri atas berbagai macam parasit. Parasit penyebab filariasis tunbuh,
sedangkan parasit penyebab malaria tumbuh dan berkembang biak dan badan nyamuk
menjadi bentuk infektif sebelum ditularkan dari penderita kepada orang yang
sehat. Penyakit yang disebabkan oleh virus seperti DHF, chingkungannya dan
demam kuning , virus penyebabnya, dalam badan nyamuk berkembang menjadi banyak
sebelum ditularkan.
Pada umumnya nyamuk betina hidup lebih lama dari pada nyamuk jantan.
Biasanya umur nyamuk kira-kira dua minggu, tetapi da nyamuk yang dapat hidup
2-3 bulan, misalnya ANOPHELES
PUNCTIPENNIS di amerika. Hospes yang
disukai nyamuk juga berbeda-beda, ada yang mengisap darah manusia (
Antropofilih ), ada pula yang lebih suka mengisap binatang ( Zoopilih ) dan ada
nyamuk yang lebih suka mengisap darah binatang jika dibandingkan denagn darah
manusia yang disebut ANTROPOLOPILIK.
Nyamuk betina mempunyai jarak
terbang lebih jauh dari pada nyamuk jantan. Daya terbang berbeda-beda menurut
species. Aides Aegypti jarak
terbangnya pendek. Kebanyakan nyamuk Anopheles
dapat terbang sampai 1,6 km, sedangkan jarak terbang nyamuk Aides Vaxans dapat
mencapai 30 km.
Taksonomi
Pada umumnya Nyamuk termasuk
ke dalam :
Phylum : Arthropoda
Class : Insecta
Ordo : Diptera
Famili : Culicidae
Genus : - Anopheles
-
Culex
-
Aides
-
Mansonia
Morfologi
Nyamuk berukuran kecil ( 4 – 13 mm ) dan rapuh. Kepalanya mempunyai
probocis halus dan panjang yang melebihi panjang kepala. Pada nyamuk betina
probocis dipakai sebagai alat untuk pengisap darah. Sedangkan pada nyamuk
jantan untuk mengisap bahan-bahan cair seperti cairan tumbuh-tumbuhan,
buah-buahan dan juga keringat. Di Probocis terdapat palpus yang terdiri atas 5
ruang dan sepasang antena yang terdiri atas 15 ruas. Antena pada nyamuk jantan
berambut lebat ( plumose ) dan pada nyamuk betina jarang ( pilose ). Sebagian
besar toralis yang tampak ( mesonotum ), yang diliputi bulu halus, bulu ini
berwarna putih/ kuning dan membentuk gambaran yang dilihat untuk masing-masing
species. Posterior dari mesonotum terdapat skutelum yang pada ANOPHELINI bentuknya melengkung dan pada
CULICINI membentuk 3 lengkungan (trilobus).
Sayap nyamuk panjang dan lansing. Mempunyai vena yang permukaan yang ditumbuhi
sisik-sisik sayap yang letaknya mengikuti vena. Abdomen berbentuk silinder
terdiri atas 10 ruas. Nyamuk mempunyai 3 pasang kaki ( helisapoda ) yang
melekat pada toralis dan tiap kaki terdiri atas 1 ruas femur, 1 ruas tibia dan
5 ruas tarsus.
III. GAMBAR DAN KETERANGAN



Halter
Thorax Extremitas
Sayap
Caput
IV. PEMBAHASAN
Epidomiologi / Penyebaran
Penentuan
vektor malaria didasarkan atas penemuan Sporozoit malaria dikelejer liur nyamuk
ANOPHELINI yang hidup di alam bebas.
Cara yang digunakan adalah pembedahan nyamuk betina. Berbagai faktor yang perlu
diketahui dalam rangka menetukan vaktor di suatu daerah edemi malaria adalah :
1. Kebiasaan nyamuk ANOPHELINI mengisap darah manusia.
2.
Lama
hidup nyamuk betina dewasa yang lebih dari 10 hari.
3.
Nyamuk
ANOPHELINI dengan kepadatan yang
tinggi dan mendominasi species lain.
4.
Hasil
percobaan infeksi di Laboratorium yang menunjukkan kemampuan untuk
mengembangkan PLASMOIDIUM menjadi
stadium sporozpit.
Prevalensi kasus malaria di satu daerah
endemi malaria dan endemi malaria lainnya tidak sama, tergantung pada prilaku
species nyamuk yang menjadi vektor. Di daerah cilacap yang vektor malarianya An.sundaicus, kasus malaria di temukan
lebih banyak pada kemarau jika di bandingkan dengan musim hujan, karna
pembentukan tempat dia sukai di muara sungai An.sundaicus meningkat. Sebaliknya yang vektor malarianya An.aconitus.Kasus malaria meningkat
jumlahnya pada musim hujan.
Siklus Hidup
Nyamuk mengalami metamorfosis :
telur-larva-pupa-dewasa. Stadium telur, larva dan pupa hidup di dalam air
sedangkan stadium dewasa hidup di udara. Nyamuk deawasa betina biasanya
mengisap darah manusia dan binatang. Telur yang baru di letakkan berwarna
putih, tetapi sesudah 1-2 jam berubah menjadi hitam. Pada genus Anopheles telur di letakkan satu persatu
terpisah di permukaan air. Pada aides
telur ini juga di letakkan satu persatu terpisah tetapi telur di temukan di
tepi permukaan air dan containers. Pada
genus culex dan mansonia telur di letakkan saling berdekatan sehingga membentuk
rakit ( rart ). Telur culex di
letakkan di atas permukaan air, sedangkan telur mansona di letakkan di balik
permukaan daun tumbuh-tumbuhan air.
Setelah 2-4 hari telur akan menetas
menjadi larva yang selalu hidup di dalam air. Larva terdiri atas 4 substadium (
instar ) yang mengambil makanan dari tempat pertumbuhan larva instar I – IV
berlangsung 6 - 8 hari pada culex dan aides, sedangkan pada mansonia waktunya 3
minggu. Larva tumbuh menjadi melalui pernapasan ( breathing trumpet ). Untuk
tumbuh menjadi nyamuk dewasa di perlukan waktu 1 – 3 hari sampai beberapa
minggu. Pupa jantan menetas lebih dahulu, nyamuk jantan ini biasanya tidak
pergi jauh dari tempatnya, untuk menunggu nyamuk betina untuk berkopulasi.
Nyamuk betina kemudian mengisap darah yang di perlukan untuk pembentuka telur,
tetapi ada beberapa species yang tidak memerlukan darah untuk pembentukan
telurnya ( autogen ), masalnya Toxorhynchites
amboinensis.
Kunci Identifikasi
Pada stadium dewasa palpus jantan dan
palpus betina mempunyai panjang hampir sama dengan panjang probosisnya.
Perbedaannya adalah pada nyamuk jantan ruas palpus bagian apikal berbentuk gada
( club form ), sedangkan pada nyamuk betina ruas tersebut mengecil. Sayap pada
bagian pinggir ( kosta dan vena I ) di tumbuhi sisik-sisik sayap yang
berkelompok membentuk gambaran belang-belang hitam dan putih. Bagian ujung
sisik sayap membentuk lengkung tumpul. Bagian posterior abdomen tidak seruncing
nyamuk aides dan juga tidak setumpul
nyamuk mansonia, tetapi sedikit melancip.
V. DAFTAR PUSTAKA
Bettini S.
2002. Artropoda Venoms. Berlin, Heidelberg. New York. Springer
Verkag
Ganda
husada Srisasi, 2000. Parasitologi
Kedokteran Edisi ketiga. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; Jakarta.
Smith KGV. 2001 Insects
and other Artropoda of medical Importance. British Musium (national history);
London .
Kamaruddin, Mufti dkk. 2003. Buku Ajar Parasitologi Veteriner.
Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh.
Norman. D, Levine. 1990. Parasitologi
Veteriner. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar