Jumat, 30 Mei 2014

laporan praktikum nyamuk

NYAMUK

I. TANGGAL PRAKTIKUM           : 30 MEI 2009
 JUDUL PRAKTIKUM                : NYAMUK

II. TINJAUAN PUSTAKA


Nyamuk termasuk kelas insecta, ordo diptera dan Famili Culicidae.Serangga ini selain menggangu manusia dan binatang melalui gigitannya, juga dapat berperan sebagai vector penyakit pada manusia dan binatang yang penyebabnya terdiri atas berbagai macam parasit. Parasit penyebab filariasis tunbuh, sedangkan parasit penyebab malaria tumbuh dan berkembang biak dan badan nyamuk menjadi bentuk infektif sebelum ditularkan dari penderita kepada orang yang sehat. Penyakit yang disebabkan oleh virus seperti DHF, chingkungannya dan demam kuning , virus penyebabnya, dalam badan nyamuk berkembang menjadi banyak sebelum ditularkan.

Pada umumnya nyamuk betina hidup lebih lama dari pada nyamuk jantan. Biasanya umur nyamuk kira-kira dua minggu, tetapi da nyamuk yang dapat hidup 2-3 bulan, misalnya ANOPHELES PUNCTIPENNIS  di amerika. Hospes yang disukai nyamuk juga berbeda-beda, ada yang mengisap darah manusia ( Antropofilih ), ada pula yang lebih suka mengisap binatang ( Zoopilih ) dan ada nyamuk yang lebih suka mengisap darah binatang jika dibandingkan denagn darah manusia yang disebut ANTROPOLOPILIK.

Nyamuk betina mempunyai jarak terbang lebih jauh dari pada nyamuk jantan. Daya terbang berbeda-beda menurut species. Aides Aegypti jarak terbangnya pendek. Kebanyakan nyamuk Anopheles dapat terbang sampai 1,6 km, sedangkan jarak terbang nyamuk Aides Vaxans dapat mencapai 30 km.      


Taksonomi
Pada umumnya Nyamuk termasuk ke dalam :
Phylum   : Arthropoda
Class       : Insecta
Ordo       : Diptera
Famili     : Culicidae
Genus      : - Anopheles
-         Culex
-         Aides
-         Mansonia

         Morfologi
Nyamuk berukuran kecil ( 4 – 13 mm ) dan rapuh. Kepalanya mempunyai probocis halus dan panjang yang melebihi panjang kepala. Pada nyamuk betina probocis dipakai sebagai alat untuk pengisap darah. Sedangkan pada nyamuk jantan untuk mengisap bahan-bahan cair seperti cairan tumbuh-tumbuhan, buah-buahan dan juga keringat. Di Probocis terdapat palpus yang terdiri atas 5 ruang dan sepasang antena yang terdiri atas 15 ruas. Antena pada nyamuk jantan berambut lebat ( plumose ) dan pada nyamuk betina jarang ( pilose ). Sebagian besar toralis yang tampak ( mesonotum ), yang diliputi bulu halus, bulu ini berwarna putih/ kuning dan membentuk gambaran yang dilihat untuk masing-masing species. Posterior dari mesonotum terdapat skutelum yang pada ANOPHELINI bentuknya melengkung dan pada CULICINI membentuk 3 lengkungan (trilobus). Sayap nyamuk panjang dan lansing. Mempunyai vena yang permukaan yang ditumbuhi sisik-sisik sayap yang letaknya mengikuti vena. Abdomen berbentuk silinder terdiri atas 10 ruas. Nyamuk mempunyai 3 pasang kaki ( helisapoda ) yang melekat pada toralis dan tiap kaki terdiri atas 1 ruas femur, 1 ruas tibia dan 5 ruas tarsus.


III. GAMBAR DAN KETERANGAN

             
                                                                             Halter

        Thorax                             Extremitas

Sayap

Caput




 































IV. PEMBAHASAN

Epidomiologi / Penyebaran
   Penentuan vektor malaria didasarkan atas penemuan Sporozoit malaria dikelejer liur nyamuk ANOPHELINI yang hidup di alam bebas. Cara yang digunakan adalah pembedahan nyamuk betina. Berbagai faktor yang perlu diketahui dalam rangka menetukan vaktor di suatu daerah edemi malaria adalah :
1.      Kebiasaan nyamuk ANOPHELINI mengisap darah manusia. 
2.      Lama hidup nyamuk betina dewasa yang lebih dari 10 hari.
3.      Nyamuk ANOPHELINI dengan kepadatan yang tinggi dan mendominasi species lain.
4.      Hasil percobaan infeksi di Laboratorium yang menunjukkan kemampuan untuk mengembangkan PLASMOIDIUM menjadi stadium sporozpit.

Prevalensi kasus malaria di satu daerah endemi malaria dan endemi malaria lainnya tidak sama, tergantung pada prilaku species nyamuk yang menjadi vektor. Di daerah cilacap yang vektor malarianya An.sundaicus, kasus malaria di temukan lebih banyak pada kemarau jika di bandingkan dengan musim hujan, karna pembentukan tempat dia sukai di muara sungai An.sundaicus meningkat. Sebaliknya yang vektor malarianya An.aconitus.Kasus malaria meningkat jumlahnya pada musim hujan.

Siklus Hidup
            Nyamuk mengalami metamorfosis : telur-larva-pupa-dewasa. Stadium telur, larva dan pupa hidup di dalam air sedangkan stadium dewasa hidup di udara. Nyamuk deawasa betina biasanya mengisap darah manusia dan binatang. Telur yang baru di letakkan berwarna putih, tetapi sesudah 1-2 jam berubah menjadi hitam. Pada genus Anopheles telur di letakkan satu persatu terpisah di permukaan air. Pada aides telur ini juga di letakkan satu persatu terpisah tetapi telur di temukan di tepi permukaan air dan containers. Pada genus culex dan mansonia telur di letakkan saling berdekatan sehingga membentuk rakit ( rart ). Telur culex di letakkan di atas permukaan air, sedangkan telur mansona di letakkan di balik permukaan daun tumbuh-tumbuhan air.
Setelah 2-4 hari telur akan menetas menjadi larva yang selalu hidup di dalam air. Larva terdiri atas 4 substadium ( instar ) yang mengambil makanan dari tempat pertumbuhan larva instar I – IV berlangsung 6 - 8 hari pada culex dan aides, sedangkan pada mansonia waktunya 3 minggu. Larva tumbuh menjadi melalui pernapasan ( breathing trumpet ). Untuk tumbuh menjadi nyamuk dewasa di perlukan waktu 1 – 3 hari sampai beberapa minggu. Pupa jantan menetas lebih dahulu, nyamuk jantan ini biasanya tidak pergi jauh dari tempatnya, untuk menunggu nyamuk betina untuk berkopulasi. Nyamuk betina kemudian mengisap darah yang di perlukan untuk pembentuka telur, tetapi ada beberapa species yang tidak memerlukan darah untuk pembentukan telurnya ( autogen ), masalnya Toxorhynchites amboinensis.

Kunci Identifikasi
            Pada stadium dewasa palpus jantan dan palpus betina mempunyai panjang hampir sama dengan panjang probosisnya. Perbedaannya adalah pada nyamuk jantan ruas palpus bagian apikal berbentuk gada ( club form ), sedangkan pada nyamuk betina ruas tersebut mengecil. Sayap pada bagian pinggir ( kosta dan vena I ) di tumbuhi sisik-sisik sayap yang berkelompok membentuk gambaran belang-belang hitam dan putih. Bagian ujung sisik sayap membentuk lengkung tumpul. Bagian posterior abdomen tidak seruncing nyamuk aides dan juga tidak setumpul nyamuk mansonia, tetapi sedikit melancip.








V. DAFTAR PUSTAKA

Bettini S. 2002. Artropoda Venoms. Berlin, Heidelberg. New York. Springer Verkag

Ganda husada Srisasi, 2000. Parasitologi Kedokteran Edisi ketiga. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; Jakarta.

Smith KGV. 2001 Insects and other Artropoda of medical Importance. British Musium (national history); London.

Kamaruddin, Mufti dkk. 2003. Buku Ajar Parasitologi Veteriner. Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh.

Norman. D, Levine. 1990. Parasitologi Veteriner. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta


.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar